Kamu

Ana, kau selalu mengajakku untuk ke luar rumah dan itu hampir setiap malam. Sebelum teh panas kau habiskan, kau sudah beranjak ke luar pintu dan membiarkannya tetap terbuka. Lalu kau panggil namaku. Dan bergegaslah aku mengikutimu dari belakang. Kakimu yang kecil, tanganmu yang lemah, dan tubuhmu yang tak tahan dingin selalu kau paksakan. Malam ini … Continue reading Kamu

Advertisements

Ketujuh

Di sini hanya ada embun pagi dan beberapa sisa hujan semalam Mungkin sebentar lagi kau akan temui dia Tunggulah sambil menikmati segelas kopi dan beberapa potong roti.   Yogyakarta, 15 Sya’ban 1437/ 23 Mei 2016.