Keenam

Kasih, masihkah kau duduk di pelataran pohon-pohon cemara

pucuknya menyanyikan lagu kesukaanmu

ketika lembah berubah merah

oleh redup cahaya cinta kita?

Jangan engkau terlalu lama menunggu

hingga kabut benar-benar membawamu

dan tak kujumpai lagi

pada telekan kita bertemu

Aku memang tak lagi di sini

di hatimu yang lelah

sudahlah,

tak lagi kujumpai pohon-pohon cemara itu

dulu senja kita

sejak Tuhan membuka pintu ajalku

 

Yogyakarta, 21 Jumadal Ula 1436/ 12 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s